Lisandro Martinez menyindir Paul Scholes dan Nicky Butt seusai Derby Manchester. 2 Legenda Manchester United itu membalas omongan pedas The Butcher.
Scholes dan Butt menyoroti Lisandro Martinez di podcast The Good, The Bad & The Football sebelum pertandingan MU kontra Manchester City akhir pekan lalu. Keduanya menilai Martinez terlalu boncel untuk menjaga striker sekaliber Erling Haaland.
Pada kenyataannya, Martinez bersama Harry Maguire berhasil meredam Haaland. Performa solid 2 bek MU itu membantu Setan Merah mengalahkan Man City 2-0 di Old Trafford.
Kemenangan di Derby Manchester jadi momentum bagi Lisandro Martinez menyindir balik Scholes dan Butt. Dia menuding 2 pundit legenda MU itu cuma berani cuap-cuap di TV, tapi tak pernah mengatakan sesuatu secara langsung kepadanya ketika bertemu empat mata.
“Sejujurnya, dia bisa bicara semaunya. Saya sudah bilang ke dia kok, kalau mau mengatakan sesuatu ke saya, dia bisa datang ke tempat manapun yang dia suka, rumah saya, di manapun. Saya tak peduli,” ujar Martinez menanggapi komentar Scholes.
Ucapan pedas Lisandro Martinez ditanggapi Scholes dan Butty. Keduanya merasa pemain berusia 28 tahun itu belum dewasa karena tak bisa menerima kritikan.
“Saya rasa ketika seseorang kecewa dengan apa yang terjadi di media atau podcast, lalu keluar dan berkata ‘datang ke rumah saya’… Dewasalah, bung!” kata Butt di podcast The Good, The Bad & The Football.
“Sejujurnya kalau kamu jadi emosi karena seseorang mengatakan sesuatu tentangmu, kamu tak pantas berada di klub besar karena kamu bakal terus menerima itu selama berkarier di Man United,” ujarnya.
Paul Scholes mengamini apa yang dikatakan Nicky Butt mengenai Lisandro Martinez. Dia membandingkan dengan saat dirinya, Butt, dan jebolan ‘Class of 92’ menggunakan kritik dan cemoohan sebagai motivasi meraih sukses bersama MU.
“Itu [kritikan] membakar semangatmu. Saya rasa kami harus memberikan kredit atas performa Martinez hari Sabtu,” Scholes menuturkan.
“Dia bermain brilian di satu laga. Namun ketika kamu mulai berbicara dan koar-koar, biasanya hal itu bisa berbalik dan menyerangmu sendiri,” dia menambahkan.
“Saya belum mengubah pendapat saya. Saya masih tidak yakin mereka bisa memenangkan liga bersamanya. Dia harus konsisten. Apa yang dia lakukan pada hari Sabtu, brilian, tetapi dia harus melakukannya dalam jangka panjang,” tegasnya.
Saksikan Live DetikPagi:






