Sadio Mane mendekati akhir kariernya. Sang striker sudah menang banyak trofi bersama Liverpool dan Senegal, tolak disebut sebagai legenda sepakbola.
Terbaru, Sadio Mane bawa Senegal menangi Piala Afrika 2025/26. Senegal menang 1-0 atas tuan rumah Maroko di babak final.
Sadio Mane menambah jumlah trofi Piala Afrikanya, sudah dua kali jadi kampiun. Sebelumnya, Senegal menang adu penalti 4-2 atas Mesir di babak final tahun 2022.
Bersama Liverpool pada periode 2016-2022, Mane menangi semua trofi di kancah domestik Inggris. Mane turut bawa Si Merah menangi titel Liga Champions, Piala Super Eropa, dan Piala Dunia Antarklub. Lanjut semusim di Bundesliga bersama Bayern, Mane menangi titel Bundesliga.
Sadio Mane sudah dekati akhir karier. Kontraknya bersama Al Nassr akan habis pada musim panas 2026. Sejauh ini, pemain berusia 33 tahun itu belum menunjukkan tanda-tanda perpanjangan kontrak.
Yang pasti, Mane sudah tutup buku di kompetisi Piala Afrika. Di level klub, Mane bisa saja pensiun dalam satu-dua musim ke depan.
“Saya tidak mau dikenang sebagai legenda sepakbola, saya cuma mau dikenang sebagai pribadi yang baik,” jelas Sadio Mane kepada BBC.
“Tentu saja saya adalah seorang pesepakbola, tapi lebih penting menjadi pribadi yang baik karena ada banyak sekali hal yang lebih penting dari sepakbola,” tambah top skor Senegal sepanjang masa tersebut.
Mane sudah membangun Desa Bambali di Senegal, kampung halamannya, menjadi lebih baik dalam satu dekade terakhir. Mane mendirikan sekolah, rumah sakit, sampai koneksi internet.
Mane turut sering membantu masyarakat di sana dengan memberikan bantuan makanan dan uang tunai. Namun hal itu tidak terkuak dari mulutnya sendiri, melainkan dari penuturan orang-orang lain.
Mane jauh dari gambaran hidup mewah. Ketika punya banyak uang, itu adalah caranya untuk membantu sesama.
