Persija Jakarta mengecam perilaku rasisme ke Allano Lima. Pemain asal Brasil itu menjadi korban perundungan di media sosial.
Allano menjadi sasaran perundungan seusai membela Persija Jakarta kontra Persib Bandung, Minggu (11/1/2026). Setelah laga itu, kolom komentar media sosialnya diwarnai umpatan yang tidak menyenangkan.
“Persija berdiri sepenuhnya bersama Allano Lima. Klub memberikan dukungan penuh secara moral dan psikologis kepada pemain kami, serta memastikan ia tidak sendirian dalam menghadapi situasi ini,” kata Manajer Persija, Marsekal Muda TNI (Purn) Ardhi Tjahjoko.
“Persija mendesak seluruh pihak terkait, termasuk operator liga, federasi, suporter, dan para pemangku kepentingan sepakbola lainnya, untuk bersikap tegas, serius, dan konsisten dalam memberantas segala bentuk rasisme, baik di stadion maupun di ruang digital,” tulis Persija.
Persija kembali mengingatkan bahwa sepakbola merupakan arena persaingan yang menjunjung tinggi sportivitas. Rasisme harus dibuang jauh-jauh dari sepakbola.
“Persija mendesak seluruh pihak terkait, termasuk operator liga, federasi, suporter, dan para pemangku kepentingan sepakbola lainnya, untuk bersikap tegas, serius, dan konsisten dalam memberantas segala bentuk rasisme, baik di stadion maupun di ruang digital.”
Kesempatan ini juga dimanfaatkan Persija untuk kembali mengingatkan kepada semua pihak untuk selalu berbesar hati. Kekalahan Persija dari Persib tidak dibenarkan menjadi alasan untuk mengancam pemain lawan.
“Persija juga mengecam tindakan tidak suportif lainnya, seperti ujaran kebencian hingga ancaman yang ditujukan kepada elemen sepakbola Indonesia. Siapapun pelakunya harus sadar dan memahami bahwa tindakannya tersebut mencederai marwah sepakbola, olahraga, bahkan sisi kemanusiaan.”
