Persija Jakarta resmi mendatangkan mantan bek Santos FC, Paulo Ricardo. Macan Kemayoran mengikat pemain asal Brasil itu dengan kontrak jangka pendek disertai opsi perpanjangan.
Paulo Ricardo direkrut untuk memperkuat lini belakang Persija yang berpotensi ditinggal Thales Lira. Bek asal Brasil tersebut dikabarkan akan dipanggil kembali oleh klub pemiliknya, Arema FC.
Pemanggilan Thales dari masa peminjaman disebut-sebut dilakukan karena Arema FC tengah mengalami krisis pemain bertahan. Persija pun bergerak cepat untuk mengantisipasi kekosongan di sektor belakang.
Direktur Persija Mohamad Prapanca menilai Paulo Ricardo sebagai pemain berpengalaman yang bisa memberikan kontribusi signifikan.
“Paulo Ricardo adalah pemain dengan banyak pengalaman. Kami percaya kehadirannya akan memberikan dimensi baru di lini belakang Persija,” kata Mohamad Prapanca dalam pernyataan yang dibagikan klub.
“Tidak hanya secara teknis, tetapi juga dari sisi mental dan kedewasaan bermain. Apa yang kami instruksikan kepadanya sangat jelas, yaitu harus membantu Persija meraih trofi di akhir musim ini,” ujarnya menambahkan.
Paulo Ricardo mengawali karier profesionalnya bersama Santos FC pada periode 2015-2017. Setelah itu, ia merasakan atmosfer sepak bola Eropa bersama FC Sion di Swiss pada 2016-2020, termasuk menjalani masa peminjaman ke Fluminense dan Goiás.
Bek tersebut kemudian melanjutkan kariernya ke Figueirense FC sebelum menemukan konsistensi bersama Kuopion Palloseura (KuPS) di Finlandia pada 2021-2023. Petualangan lintas benuanya berlanjut ke Timur Tengah bersama Al-Hazem di Arab Saudi dan Al Orobah di Uni Emirat Arab, sebelum kembali memperkuat KuPS pada musim 2025-2026.
Pada musim terakhirnya di Finlandia, Paulo tampil di kompetisi Eropa bersama KuPS. Ia mencatatkan dua penampilan di babak kualifikasi UEFA Europa League dan empat pertandingan di UEFA Europa Conference League.
“Soal target tentu menjadi juara. Berusaha melakukan segalanya, memberikan segalanya di lapangan, dan menjadi juara,” tutur Paulo.
Ia juga menjelaskan karakter permainannya sebagai bek.
“Saya pikir kemampuan build-up saya cukup baik. Saya selalu mencoba membaca situasi dan melakukan tekel atau intervensi pada saat yang tepat. Membaca pergerakan striker atau bola, membaca situasi, saya rasa itu adalah kekuatan terbesar saya,” ucapnya.
