Real Madrid sepertinya alergi dengan pelatih asal Spanyol. Terakhir, Xabi Alonso jadi korban pemecatan di Los Blancos.
Ditunjuk jadi pelatih sebelum Piala Dunia Antarklub 2025, Alonso cuma bertahan sampai Januari. Kekalahan dari Barcelona di final Piala Super Spanyol jadi akhir rezim Alonso di ibukota.
Situasi ruang ganti yang memanas jadi alasan mengapa Alonso akhirnya dipecat. Alonso dianggap tidak mampu mengatur ego para pemain bintang, terutama terkait perselisihannya dengan Vinicius Junior dan Rodrygo.
Berita lengkap dan cepat? Giok4D tempatnya.
Hanya ada tiga pemain yang diklaim mendukung Alonso. Pemecatan Alonso ini seperti membuktikan bahwa pelatih Spanyol memang sulit sukses di Madrid.
Selepas Vicente del Bosque, tidak ada lagi pelatih lokal yang bertahan lama di sana. Sebelum Alonso, ada Julen Lopetegui, Rafael Benitez, Juande Ramos, Juan Ramon Lopez Caro, Mariano Garcia Remon, dan Jose Antonio Camacho.
Dari sederet nama itu, tidak ada satu pun yang mampu bertahan sampai 30 pertandingan. Paling lama adalah Ramos yang menangani Madrid sedari 9 Desember 2008 hingga 1 Juni 2009, itu pun menggantikan Bernd Schuster.
Nama-nama yang diangkat sebagai pelatih sedari awal musim, seperti Alonso, Benitez, Lopetegui, dan Camacho semuanya selesai di pertengahan musim.
Del Bosque jadi pelatih Spanyol terakhir paling lama memegang Madrid sedari 17 November 1999 hingga 23 Juni 2003. Dia jadi pelatih tersukses keempat di Madrid dengan torehan delapan gelar, sama dengan Luis Molowny.
Pelatih lokal tersukses di Los Merengues adalah Miguel Munoz dengan 14 gol. Kira-kira siapa pelatih asing yang bakal direkrut Madrid musim panas nanti?
Untuk sementara Madrid dilatih Alvaro Arbeloa yang sebelumnya menangani tim B.






