Maresca dan Amorim Dipecat, Ini Respons Guardiola

Posted on

Dua klub top Premier League, Chelsea dan Manchester United, mencopot manajer di awal tahun. Pep Guardiola pun bicara soal makin sulitnya jadi manajer.

Chelsea mencopot Enzo Maresca pada 1 Januari lalu, sementara MU mendepak Ruben Amorim empat hari berselang. Keduanya dipicu problem yang mirip-mirip: hasil yang diiringi ketegangan dengan pejabat klub.

Ini berarti kedua klub masih kesulitan menciptakan stabilitas di dalam tim. Chelsea tak pernah punya manajer yang tahan lebih lama dari dua tahun selain Antonio Conte sejak 2018.

MU pun mirip-mirip. Setelah Sir Alex Ferguson pensiun pada 2013, hanya Ole Gunnar Solskjaer yang bertahan cukup lama, yakni hampir 3 tahun (35 bulan).

Manajer Man City Pep Guardiola menilai saat ini sulit bagi para manajer mendapatkan waktu yang dibutuhkan untuk berproses membentuk tim. Hasil-hasil akan selalu menentukan nasib mereka.

“Merupakan sebuah fakta bahwa para manajer semakin dapat sedikit waktu dibanding sebelumnya. Kita melihat yang terjadi dengan Enzo juga,” ungkap Guardiola dikutip Metro.

“Saya cuma punya rasa hormat ke para pemain dan institusi di Chelsea dan Man United. Saya cuma bisa bilang Ruben itu manajer top.”

“Keputusan sudah dibuat oleh tetangga kami, jadi saya doakan Ruben yang terbaik ke depannya. Tidak ada satupun negara tempat para manajer aman kalau tidak memenangi laga, tidak ada pengecualian.”

“Kalau tak dapat hasil, ya nggak ada urusan. Semua manajer direkrut karena ide-idenya dan dipecat karena hasil-hasilnya. Terkadang Anda butuh proses dan waktu.”

“Man United imbang tiga kali di kandang dan lawan-lawannya tampil luar biasa, Everton, Bournemouth Dengan hasil yang berbeda, mereka bakal dekat dengan Arsenal, jadi perbedaannya itu terkadang sangat-sangat tipis.”

Saksikan Live DetikPagi:

respons