Belakangan ramai kritikan Pelatih Bali United Johnny Jansen soal sistem scouting talent di Indonesia. Ia menyebut pernyataannya dipelintir.
Dalam ucapannya yang tersebar di media sosial, Johnny Jansen menyebut bahwa klub-klub Indonesia tidak memiliki tim pemandu bakat. Klub lebih memilih percaya ke rekomendasi agen pemain dan tayangan aksi pemain di Youtube.
Pernyataan itu dikutip dari laman feanonline.nl, yang memuat berita-berita terkait klub Eredivisie yakni Heerenveen. Kebetulan Johnny Jansen terkait dengan Heerenveen karena merupakan mantan pelatih klub itu sebelum pindah ke Bali United.
Namun sumber tersebut mengklaim mengutip dari laman Belanda lainnya yakni Leeuwarder Courant. Johnny Jansen pun mengklaim beberapa pernyataannya dipelintir dari sumber asli.
“Saya memang diwawancarai media di Belanda dan salah satunya membahas soal talent scouting di Indonesia. Tapi media sosial di sini membuat caption yang keliru,” ujar Johnny Jansen, dikutip dari detikBali.
“Saya tidak pernah mengatakan hal tersebut. Itu bukan kata yang saya ucapkan, ini pasti salah tafsir,” ujarnya menambahkan.
Ia menekankan bahwa pengelola media sosial di Indonesia keliru mengartikan pernyataannya tentang talent scouting sepakbola di Indonesia. Ia menjelaskan pernyataan talent scouting yang dimaksud adalah mengembangkan pemain muda U-16 agar rutin berlatih bersama tim senior.
Juru taktik asal Belanda itu menilai cara tersebut akan efektif dalam melihat potensi pemain secara langsung. Jadi talent scouting yang dimaksud bukan merekrut pemain baru dari luar dari sebuah video.
“Saya selalu menekankan bagaimana caranya agar sistem scouting lebih bagus, bukan berati sistem perekrutan sebelumnya jelek,” ucapnya.
“Saya selalu berbicara intens dengan direktur teknik klub termasuk pemilik soal pengembangan pemain muda,” tutur Johnny Jansen.
Saksikan Live DetikSore :






