Ketua Komite Wasit PSSI Yoshimi Ogawa meradang. Ia kecewa berat setelah sebuah ‘gol haram’ disahkan dalam laga Championship 2025/26 antara Garudayaksa vs Bekasi City
Klub Championship Garudayaksa mencetak ‘gol haram’ dalam laga kontra Bekasi City di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, pada 10 Januari 2026. Tim mencetak gol dari proses yang tidak fair play.

Gol Garudayaksa itu menjadi sorotan lantaran lahir dari sepak pojok yang melanggar aturan. Feby Eka Putra selaku eksekutor tendangan sudut menempatkan bola jauh di luar garis busur.
Meski di kompetisi Championship tersedia Video Assistant Referee (VAR), namun wasit tidak melakukan proses review. Pihak Bekasi City kecewa berat dengan disahkannya gol tersebut.
“Sejauh ini, ya, kami menyadari bahwa ada beberapa kesalahan yang berdampak pada hasil pertandingan. Untuk itu kami sungguh meminta maaf kepada klub-klub,” kata Ogawa kepada wartawan, Rabu (21/1/2026).
“Ada hal penting yang harus kami lakukan, yaitu meminimalkan perbedaan pemahaman dan interpretasi di antara para wasit. Itulah alasan mengapa edukasi ini harus terus berlanjut,” ujarnya menambahkan.
“Secara 100 persen kami tidak puas dengan kondisi saat ini. Namun tidak cukup hanya mengatakan ‘tidak puas’, kami harus terus melanjutkan edukasi,” katanya lagi.
Ogawa yang didatangkan untuk membenahi kualitas wasit lokal mengakui bahwa pekerjaannya tidak mudah. Sistem perwasitan di Indonesia dinilainya masih punya banyak kelemahan yang harus dibenahi.
Salah satu langkah yang diambil Komite Wasit pun mengistirahatkan beberapa personelnya yang melakukan kesalahan fatal. Ogawa berpesan bahwa masa istirahat bukan hukuman, melainkan kesempatan untuk refleksi diri.
“Saya menghargai penggunaan kata diistirahatkan. Tanggung jawab kami adalah melakukan edukasi kepada wasit,” ucap Ogawa.
“Namun kami juga bertanggung jawab dalam manajemen penugasan wasit, manajemen kategori wasit, serta lisensi wasit di bawah Komite Wasit,” tuturnya.





