Kekalahan dari Manchester United seketika bikin nuansa di lingkungan Arsenal muram. Fans The Gunners diminta untuk belajar lebih tenang dan tetap kalem.
Arsenal takluk 2-3 di rumahnya sendiri saat menjamu MU. Tampil kurang gereget, The Gunners yang unggul duluan malah lantas begitu rentan dan membuat sejumlah kesalahan.
Sorotan pun bermunculan untuk skuad besutan Mikel Arteta itu. Arsenal dianggap terlalu cepat mengendurkan tekanan setelah sekitar 30 menit awal yang amat dominan.
Selain itu ada persoalan dengan serangan yang melempem. Kenyataan di lapangan, dua gol Arsenal didapatkan dari gol bunuh diri Lisandro Martinez dan lagi-lagi gol skema korner.
Ini berarti isu Arsenal dengan gol lewat permainan terbuka masih berlanjut. Penampilan mereka malam kemarin pun diwarnai dengan sorakan dari para suporter sendiri.
Selepas laga, Arsenal kembali diselimuti pertanyaan apakah mampu mempertahankan posisi sampai musim berakhir. Atmosfer muram ini yang bikin eks pemain Arsenal Emmanuel Petit kesal.
“Saya sudah mendengar apa yang dikatakan orang-orang setelah pertandingan, saya melihat yang dilakukan para suporter setelah laga, mereka menyoraki tim,” ujarnya dikutip Metro.
“Saya sudah mendengarkan ke sejumlah mantan pemain di berbagai kanal mengatakan hal serupa. Kekuatan mental? Apakah mereka akan kehilangan titel? Hal yang sama berulang-ulang terus.”
“Situasinya begitu juga setelah lawan Liverpool, rasa juga begitu usai laga kemarin, dan saya muak banget, gak tahan lagi saya.”
Petit mengingatkan bahwa Arsenal masih memimpin klasemen Liga Inggris dengan keunggulan empat poin. Sejauh ini mereka sudah selalu solid dan ia berharap para suporter tidak malah menjatuhkan tim sendiri.
“Aston Villa menang kemarin lawan Newcastle, tapi mereka kalah pekan lalu dari Everton. City juga sama, mereka tak menang terus-terusan,” sambung gelandang yang memenangi Piala Dunia bareng timnas Prancis itu.
“Jadi setop bersikap negatif, khususnya buat para pendukung Arsenal, saya ingin kalian mendukung tim ini sampai akhir. Yakinlah mereka punya kekuatan dan kualitas untuk memenangi titel.”
