Manchester United menunjuk Michael Carrick untuk menjadi manajer interim hingga akhir musim ini. Berikut sepak terjangnya di dunia manajerial.
Sebagai pemain, Carrick dikenal sebagai salah satu gelandang terbaik Inggris. Meski memulai kariernya di West Ham United, bahkan mendapat panggilan The Three Lions pertama di klub tersebut, namun namanya baru mencuat saat bermain di Tottenham Hotspur.

Kiprahnya selama dua musim di Spurs pada 2004-2006 membuat Carrick diboyong MU dengan harga 14 juta Pound di luar bonus. Ia bertahan di MU sebagai pemain selama 12 tahun.
Selama di Old Trafford, Carrick memenangi 18 trofi, termasuk lima gelar Premier League, satu Piala FA, tiga Piala Liga Inggris, dan satu Liga Champions. Di Timnas Inggris, ia mencatat 34 caps serta ikut serta ke Piala Dunia 2006 dan 2010.
Selepas gantung sepatu di akhir musim 2017-18, Carrick langsung masuk ke dalam staf kepelatihan MU di bawah asuhan Jose Mourinho. Begitu The Sepcial One dipecat pada Desember 2018, ia tetap bertahan dan menjadi asisten Ole Gunnar Solskjaer yang masuk sebagai suksesor.
Carrick tetap di posisi itu sampai Solskjaer dipecat pada November 2021. Ia kemudian ditunjuk sebagai caretaker dan memimpin MU dalam tiga laga, yakni menahan Chelsea dan mengalahkan Arsenal di Premier League serta menekuk Villarreal di Liga Champions.
Kedatangan Ralf Rangnick membuat Carrick cabut dari MU. Ia baru kembali melatih saat menerima tawaran tim divisi dua, Middlesbrough pada Oktober 2022. Ia bertahan di sana hingga akhir musim lalu.
Capaian terbaiknya membawa Middlesbrough finis keempat untuk berlaga di playoff Premier League pada musim 2022-23 meski gagal promosi. Dalam 136 laga yang ia pimpin, The Boro meraih 63 kemenangan, 24 kali imbang, dan menelan 49 kekalahan.
Selepas meninggalkan Middlesbrough, Carrick sempat menjadi pundit sampai akhirnya ke MU, kali ini dengan tugas yang lebih berat, yakni mengembalikan Setan Merah ke papan atas agar kembali tampil di kancah Eropa musim depan. Mampukah ia?





